Rabu, 13 November 2013

teeermin



Telinga Luar (Auris externa)
¨  Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar.
¨   Daun telinga = pinna
¨   Saluran telinga = meatus acusticus eksternus
¨   Gendang telinga = membran timpani
¨  Fungsi = membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju gendang telinga.

Telinga tengah (Auris media)
¨  3 tulang (maleus incus stapes), tuba eustachius (bag. ujung)
¨  Fungsi menyampaikan getaran suara => tulang2 p’dengaran => stapes => koklea

Telinga dalam
¨  Telinga dalam terdiri dari labirin osea (labirin tulang), sebuah rangkaian rongga pada tulang pelipis yang dilapisi periosteum yang berisi cairan perilimfe & labirin membranasea, yang terletak lebih dalam dan memiliki cairan endolimfe

penyakit
¨  Cellulitis of external ear, Cellulitis adalah penyebaran infeksi di kulit dan jaringan bawah kulit
¨  Cholesteatoma, penumpukan puing2 selular di telinga tengah
¨  Perichondritis of external ear, infeksi kulit yg menutupi tlg  rawan
¨  Chondrodermatitis, infeksi kulit bag. Heliks/antiheliks daun telinga
¨  Conductive hearing loss, gangguan p’dengaran kelainan bag luar/tengah, (infeksi), serumen (luar), saraf normal
¨  Sensorineural hearing loss, akibat saraf
¨  Ototoxic hearing loss, p’dengaran hilang cz bahan racun
¨  Presbycusis, karena usia tua
¨  Deaf mutism , bisu budeg
¨  Otorrhea, cairan keluar
¨  Otorrhagia,darah
¨  Tinnitus, berdenging
¨  Hyperacusis, over sensitiv
¨  Ageusia, gk bisa merasakan
¨  Hypogeusia, kurang
¨  Dysgeusia, asin tengik terbakar

tindakan
ü  Piercing: tindik
ü  Suture laceration , jahit luka robek
ü  Myringoplasty, operasi plastik pd gndg telinga
ü  Myring, gendang telinga
ü  Mastoid, tulang belakang telinga
ü  Endolympatic, pemasangan jalur limfe telinga +an  cz jml cairan telinga berlebih
ü  Epitaksis , mimisan
ü   

Selasa, 12 November 2013

RESEP



RESEP
adalah permintaan tertulis seorang dokter, dokter gigi, atau dokte hewan yang diberiijin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker pengelola apotik untuk menyediakan dan menyerahkan obat-obatan bagi penderita

FORMULA MAGISTRALIS
Formula ini dikenal dengan resep racikan.Dalam hal ini, dokter selain menuliskan bahan obat, juga bahan tambahan.

FORMULA OFFICINALIS
Resep dengan formula ini berarti obat yang digunakan adalah obat generik dan tersedia dalam sediaan generik (BPOM Depkes) atau sediaan standar baku (Formularium Indonesia).

FORMULA SPESIALISTIS
Resep dengan formula ini berarti obat yang digunakan adalah obat generik dan tersedia dalam sediaan generik (BPOM Depkes) atau sediaan standar baku (Formularium Indonesia).  Ketidak lengkapan  penulisan sebabkan kesalahan pelayanan di apotek.

PENULISAN RESEP
Penulisan resep harus ditulis dengan jelas sehingga dapat dibaca oleh petugas di apotek. Resep yang ditulis dengan tidak jelas akan menimbulkan terjadinya kesalahan saat peracikan / penyiapan obat dan penggunaan obat yang diresepkan.

PEDOMAN PENULISAN RESEP
     Nama, alamat, Nomor Surat Ijin Praktek Dokter (NSIP)
      Tanggal penulisan resep (inscriptio)
     Aturan pemakaian obat (signatura)
     Nama setiap obat/komponen obat dan Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep (invactio)
      Tanda tangan/paraf dokter penulis resep (subcriptio)
      Tanda seru dan paraf dokter untuk resep yang mengandung obat dengan jumlah melebihi  dosis maksimum

ISTILAH B’DASAR CARAPAKAI
     Agit.a.sum  (agita ante sumendum ) = kocok sebelum pakai
     Comp (comsitus) = di oleskan
     I.M  (intra muscularly) = disuntikkan kedalam obat
     Inj  (injection) = suntikkan
     Gtt  (gutta) = diteteskan
     Lin (linimentum) = digosok
     P.o  (per os) = melalui mulut

ISTILAH B’DASAR TPT P’BERIAN
     A.s / AS (auris sinister) = telinga kiri
     A.d / AD (aurio dexter) = telinga kanan
     O.l  (oculus laeva) = mata kiri
     Ad.part.dolent  (ad partes dolantes) = ditempat yang sakit
     Au / AU (auris utro) = kedua telinga
     SL (sub lingualy) = di bawah lidah


ISTILAH B’DASAR WKTU
     A.c  (ante coenam) = sebelum makan
     P.c  (post coenam) = setelah makan
     O.m (omni mane) = pada pagi  hari
     O.n (omni nocte) = pada malam hari
     D. (dies) = hari
     Nocte (nocte) = malam
     Mane (mane) = pagi hari
     qPM (quaque post meridiem) = setiap sore

B’DASAR BTK
     Cap (capsula) = kapsul
     Fl./ fld (fluida) = fluida
     Pulv (pulvis) = bubuk
     Sol (solution) = larutan
     Syr  (syrupus) = sirup
     Tab (tabella) = tablet
     Ung (unguentum) = salep

RESEP YG LKP
     Tanggal dan tempat ditulisnya resep (inscriptio)
      Aturan pakai dari obat yang tertulis (signatura)
     Paraf / tanda tangan dokter yang menulis resep (subcriptio)
     Tanda buku penulisan resep dengan R/ (invecatio)
     Nama obat, jumlah dan cara membuatnya (praescriptio atau ordination)

Bila dokter ingin agar resepnya dapat diulang, maka dalam resep ditulis interatie. Dan ditulis berapa kali resep boleh diulang.
                Misalkan interatie 3X,artinya resep dapat dilayani 1+3 kali ulangan = 4X.
                Untuk resep yang mengandung narkotika, tidak dapat ditulis interatie tetapi selalu dengan
                resep baru



EFEK SAMPING



Indikasi  :
1.       org dlm kondisi ttentu harus diperlakukan scr tertentu, baik dengan diberi pengobatan atau menjalani terapi tertentu, seperti operasi.
2.       alasan untuk membenarkan pengobatan atau terapi tertentu.

Kontraindikasi : kondisi dmn aplikasi obat atau terapi tertentu tidak dianjurkan karena
                        dapat meningkatkan resiko terhadap pasien. Absolut : tdk dpt diabaikan
                        relatif :  menigkatkan resiko, tp dokter ttp dpt menganjurkannya

efek samping : tiap respon obat yg tidak diharapkan pd tiap dosis yg digunakan manusia u/
                        tujuan prolaksis, diagnosis, terapi. Tidak dpt dihindari, dpt diminimalisir

masalah efek samping :
1.      Kegagalan pengobatan
2.      Timbulnya keluhan penderitaan atau penyakit baru terkena obat (drug-induced disease atau iatrogenic disease), yang semula tidak diderita oleh pasien
3.      Pembiayaan yang harus ditanggung sehubungan dengan kegagalan terapi, memberatnya penyakit atau timbulnya penyakit yang baru tadi (dampak ekonomik)
4.      Efek psikologik terhadap penderita yang akan mempengaruhi keberhasilan terapi lebih lanjut misalnya menurunnya kepatuhan berobat.
Pembagian efek samping:
1.      Dapat diperkirakan
-          Efek farmakologi yang berlebihan, Terjadinya efek farmakologik yang berlebihan (disebut juga efek toksik) dapat disebabkan karena dosis relative yang terlalu besar bagi pasien yang bersangkutan.
-          Gejala penghentian obat adalah munculnya kembali gejala penyakit semula atau reaksi pembalikan terhadap efek farmakologik obat, karena penghentian pengobatan.
-          Efek samping yg bukan efek farmakologi utama, efek yg diperkirakan berdasar penelitian 2 sblm pemakaian obat, efek ini dlm derajat ringan tpi kjdiannya ckp tinggi

2.      Tidak dapat diperkirakan
-          Alergi -> reaksi imunologik
-          Faktor genetik -> pd orang2 tertentu variasi genetik ikut memberi efek farmakologi berlebihan
-          Reaksi idiosinkatrik, efek samping yang tidak lazim,tidak di harapkan atau aneh,yang tidak dapat diterangkan atau di perkirakan mengapa biasa terjadi. Jarang t’jadi

Menghindari efek samping
1.      Baca dosis & aturan pakai
2.      Lihat tanda peringatan
3.      Ketahui efek samping obat
-          Obat antikoagulan warfarin -> perdarahan.
-          penurun kolesterol simvastatin dan atorvastatin -> masalah otot.
-          Obat penenang diazepam-> menekan kerja sistem saraf pusat.
-          Obat diuretik furosemide -> ketidakseimbangan garam dalam tubuh
4.      Jangan sembarangan memberi obat bebas ke anak2
5.      Baca kandungan obat, tgl kadaluwarsa
6.      Beritahu kedokter jika
-          Hamil/menyusui
-          Alergi  obat tertentu
-          Ada diabet, ginjal, liver
-          Minum obat lain, jalani diet khusus
7.      Minta dokter u/ evaluasi p’gunaan obat dlm jangka wktu lama

Paruh waktu obat
1.      waktu yang dibutuhkan untuk setengah dari jumlah awal obat / zat yang lain dihilangkan dari tubuh, atau bagi obat untuk mengurangi setengah konsentrasi aslinya dalam darah. (manusia)
2.      waktu yang dibutuhkan untuk setengah jumlah awal zat menghilang oleh proses kimia (lingkungan)
3.      waktu yang diperlukan untuk setengah atom radioaktif  berubah menjadi atom yang lain (non radioaktif). 25% atom radioaktif msh ada

Guna
Obat dapat melindungi sel dari pengaruh agents kimia lain, tingkatkan fungsi sel, percepat/perlambat kerja sel, gantikan zat tubuh yg hilang

Yg mempengaruhi paruh waktu obat
1.      Absorpsi (diserap ke dalam darah)
2.      Distribusi (disebarkan ke berbagai jaringan tubuh)
3.      Metabolisme (diubah menjadi bentuk yang dapat dibuang dari tubuh)
4.       Ekskresi (dikeluarkan dari tubuhAbsorpsi